Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Ungkapan Dani Alves Terhadap Real Madrid

Ungkapan Dani Alves Terhadap Real Madrid

29 0

Salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki oleh Barcelona yaitu Dani Alves mengaku bahwa ia memang sangat membenci Real Madrid. Terlebih ketika rival abadi nya itu masih dilatih oleh Jose Mourinho. Pemain asal Brazil ini sadar bahwa di era itu Madrid memang memainkan sepak bola yang kotor dan licik.

Seperti diketahui bahwa Dani Alves memang pemain yang terkenal begitu impresif baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. Tak jarang ia pun sering terlibat perselisihan dengan pemain maupun dari staff lawan.

Dan beberapa tahun yang lalu ketika ia masih berseragam Barcelona, ia pun mengaku sangat kesal dengan Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho. Ia menyebut jika dalam era Mou Madrid begitu buruk. Ia juga menyebut jika Mou tidak pantas disebut dengan The Special One.

Selalu Membuat Marah

Menurut pemain yang saat ini berusia 38 tahun tersebut menilai jika Real Madrid selalu membuat dirinya marah. Dan bagi nya keberadaan Real Madrid hanya menjadi pengganggu kejayaan mantan tim nya Barcelona. Ia bahkan mengaku memiliki hubungan yang buruk dengan Jose Mourinho.

“Baik itu era Zidane, Ancelotti maupun Mourinho, Real Madrid selalu membuat saya marah. Real Madrid akan selalu membuat semua nya menjadi kacau baik itu di dalam lapangan maupun luar lapangan. Mereka seakan memiliki kekuatan yang besar untuk menentukan sebuah laga,” ungkap Alves dilansir Marca.

“Sejujurnya hubungan saya dengan Mourinho sangatlah buruk. Namun hal itu bukan salah saya, sebab menurut saya ia bukanlah penemu sepak bola. Jadi ia memang terlalu banyak bicara, bahkan ia tidak pantas menyandang status The Special One,”

Bermain Licik dan Kotor

Lebih lanjut, Alves menilai jika Mourinho selama di Madrid selalu bermain dengan kotor dan licik. Mereka akan melakukan semua cara agar tetap memang meski dengan cara yang licik dan kotor, seban bagi nya Madrid tidak bisa menerima kelalahan dengan lapang dada.

“Agak nya Mourinho selalu memikirkan bagaimana bisa memang walau dengan cara yang licik. Selama saya di sana, mereka memang bermain dengan kotor dan licik. Dia disebut pelatih hebat hanya karena memang sedang melatih tim yang hebat,”

“Ia memang meraih banyak trofi sama sepert saya, namun beda nya ia tidak bisa menerima kekalahan dan akan melakukan segala cara untuk bisa meraih kemenangan meskipun dengan bermin kotor,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.