Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Tajamnya Alberto Goncalves yang Tak Habis-Habis

Tajamnya Alberto Goncalves yang Tak Habis-Habis

27 0

Kedatangan Alberto Goncalves di Indonesia disebut sebagai kutu loncat. Hal ini dikarenakan ia sering pindah tim setelah semusim. Namun, ia menjadi pemain yang setia pada penghujung karirnya.

Seperti diketahui, Alberto Goncalves merupakan pemain yang sangat tajam. Bahkan ketajamannya tak lekang oleh waktu. Terlebih lagi, ia masih memiliki predikat penyerang haus gol.

Penyerang berusia 39 tahun tersebut selalu memiliki dua digit gol setiap musim. Bahkan hal tersebut ia dapatkan sejak 2011-2012. Kemudian pada musim ini, ia telah mencetak 3 gol bersama Madura United.

Nama Alberto Goncalves mulai dikenal publik sejak bersama Persipura Jayapura. Ia membawa Perspura menjadi juara Indonesia Super League (ISL). Ketika itu terjadi pada debut pertamanya di Indonesia musim 2008/2009. Pada musim yang sama, ia mencetak 18 gol.

Setahun berselang, ia pindah ke India. Namun di sana, ia malah dilanda cedera parah. Hal tersebut membuat ia hampir absen selama satu musim. Namun karir sang pemain tidak berhenti di situ.

Pemain yang akrab disapa Beto tersebut kemudian bergabung di Persijap Jepara. Klub tersebut memberi kesempatan setelah sang pemain sembuh. Ia kembali bermain pada musim 2010-2011.

Terima Kasih Persijap

“Saya ucapkan terima kasih kepada Persijap. Sebab, mereka memberikan kepercayaan atas kemampuan saya. Hal itu membuat saya memiliki rasa percaya diri. Sebelum kembali bermain, saya mengalami cedera yang sangat lama,” kata Alberto Goncalves pada 2014 lalu.

Namun hanya semusim di Persijap, ia kembali ke Persipura. Pada musim 2011-2012, ia tampil sebanyak 34 pertandingan. Selama itu ia mencetak 25 gol dan menjadikannya sebagai top skor.

Setelah itu, ia kembali hengkang dari Persipura. Ia memutuskan bergabung denga Arema FC. Di sana, ia membentuk trio penyerang mengerikan. Bersama Greg Nwokolo dan Keith Kaymba Gumbs, mereka menakutkan banyak klub.

Akan tetapi dua musim di Arema, penampilannya menurun. Ia tidak sehaus gol sebelumnya. Ia hanya mencetak 26 gol dari 55 pertandingan. Hal ini dikarenakan perannya dibagi dengan Greg dan Kayamba.

Tinggalkan Sriwijaya Karena Krisis

Tidak berselang lama, ia menjadi penyerang Sriwijaya FC. Namun klub tersebut mengalami krisisi finansial. Sehingga, membuatnya hengkang setelah tiga musim bersama. Pada musim 2019, ia memutuskan bergabung bersama Madura United.

Pada musim pertamanya, ia tampil menawan bersama Madura United. Pemain asal Brasil tersebut mencetak 18 gol dari 27 pertandingan. Berkat ketajamnnya, sang pemain akan mendapat perpanjangan kontrak.

 

Renata

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.