Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Striker Asing Terbaik Arema Sepanjang Sejarah

Striker Asing Terbaik Arema Sepanjang Sejarah

20 0

Menyandang status pemain asing dalam skuad Arema FC sebenarnya tidaklah mudah. Mereka selalu dituntut untuk tampil impresif. Seandainya tampil buruk, sanjungan itu akan berubah jadi kritik pedas.

Tidak banyak pemain terutama striker asing yang sukses bersama Arema. Buktinya, Arema memang sering ganti-ganti striker asing. Nah, inilah beberapa nama striker asing terbaik sepanjang sejarah Arema FC.

Noh Alam Shah

Striker timnas Singapura ini memang begitu fenomenal. Dia datang ke Malang usai terkenal sanksi larangan tampil selama 1 tahun dari federasi sepak bola di Singapura. Saat itu, dia terlibat perselisihan dengan pemain bertahan Daniel Bennett dalam sebuah laga di kompetisi Liga Singapura. Padahal kedua pemain adalah punggawa Timnas Singapura.

Terlepas dari itu semua, striker yang juga sering dipanggil “Along” ini sukses mengantarkan Arema meraih gelar juara ISL di musim 2010.

Namun, dia juga sering memperlihatkan sisi negatif. Tepatnya saat dia terlibat perselisihan dengan FX Yanuar, bek Persela Lamongan. Saat itu, Along tertangkap kamera memegang kemaluan Yanuar. Aksi ini berimbas pada sikutan. Usai mendapatkan kartu merah, Along pun memburu Yanuar sampai ke lorong ruang ganti pemain.

Seandainya dia mampu mengontrol emosinya, Noh Alam Shah adalah sosok predator menakutkan. Postur yang tidak terlalu tinggi tidak membuat Along minim gol. Dia justru selalu bisa berada di posisi tepat untuk melakukan finishing secara sempurna. Nyalinya juga tidak pernah ciut saat berhadapan melawan bek-bek asing lawan.

Karakter “garang” ini membuat dirinya menjadi idola ribuan Aremania. Selama 2 musim berseragam Arema, Noh Alam Shah sukses menciptakan 33 gol. Namun, dualisme kompetisi sekaligus Arema FC membuatnya hijrah menuju Persib Bandung pada musim 2013 lalu.

Franco Hita

Tubuh tinggi besar dan wajah sangat “kejam” membuat Franco Hita adalah sosok ideal sebagai pemain nomor 9. Franco Hita bergabung ke Arema dari Persita Tangerang musim 2003 lalu. Dia tampil 2 musim untuk Arema dan sukses menciptakan 22 gol.

Ya, jumlah gol yang tidak terlalu banyak. Akan tetapi, dia tetap dianggap sebagai salah satu striker terbaik Arema sepanjang sejarah. Terutama saat Hita sukses mengantarkan Arema FC meraih gelar juara Copa Indonesia di tahun 2005 lalu. Dia sukses menyumbangkan 1 gol di partai puncak.

Tato singa di lengan juga menjadi salah satu hal tak terlupakan dalam diri Franco Hita. Dia memang selalu melakukan selebrasi dengan memamerkan tatonya itu setiap kali mencetak gol.

Hita memang bukan sosok meledak-ledak seperti Along. Namun, dia lebih bertipikal pemain stylist dan sangat mengandalkan tubuhnya untuk memenangi duel-duel udara. Sayangnya, adanya masalah yang tidak pernah diungkapkan ke publik membuatnya hengkang di musim 2006.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.