Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » PT LIB Masih Punya Hutang Rp3,4 Miliar

PT LIB Masih Punya Hutang Rp3,4 Miliar

25 0
PT LIB Masih Punya Hutang  Rp3,4 Miliar

Jakarta – Klub Sriwijaya FC meminta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tak memberi rekomendasi Liga 2 2020, dikarna PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) masih menunggak hutang.

Sriwijaya mengatakan PT LIB, selaku operator Liga 2, masih memiliki utang mencapai Rp3,4 miliar. Jumlah tersebut termasuk rating televisi, elite pro academy dan subsidi klub di Liga 1 2017 serta Liga 2 2018.

“Kenapa operator liga profesional masih menunggak ke klub. Kami tidak melihat klub yang lain, tapi Sriwijaya sudah dua tahun bahkan hampir tiga tahun, dibayar tapi dicicil. Kami juga minta kalau belum ada penyelesaian yang baik, ditunda saja kompetisi Liga 2 ini,” ujar Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, di kantor BOPI, Kamis (13/2).

“Jadi ini adalah sejarah kedua BOPI bahwa operator profesional tidak menyelesaikan masalah, kompetisi harus ditunda juga. Ini supaya tegas saja, masa operator menunggak sampai tiga tahun,” tambahnya.

Tujuan Hendri Zainuddin datang ke kantor BOPI memang untuk melaporkan kasus hutang subsidi PT LIB. Selanjutnya klub yang pernah menjadi juara liga Indonesia itu akan membuat kronologi penunggakan hutang oleh LIB.

Hendri berharap BOPI bisa memanggil LIB untuk sama-sama duduk satu meja menyelesaikan permasalahan utang tersebut.

“Kalau kami mengirim surat baru ditanggapi [LIB]. Awalnya Rp4,6 miliar, sekarang berkurang jadi Rp3,4 miliar setelah empat sampai lima kali cicil. Terakhir bayar Rp200 juta pada Januari 2020,” sebutnya.

Menanggapi permasalahan ini, Ketua BOPI, Richard Sam Bera mengatakan akan menganalisa dan meminta laporan dari LIB terkait permasalahan tunggakan tersebut. Richard juga menyatakan bakal mempertemukan LIB dan Sriwijaya FC sebelum akhirnya mengeluarkan rekomendasi.

BOPI berharap permasalahan utang LIB ke klub-klub bisa segera selesai. Terlebih, LIB sudah menunjukkan upaya untuk menyelesaikan tunggakan tersebut meskipun dengan cara dicicil.

“Kami siap membantu dalam konteks seluruh klub yang ikut kompetisi harus menyelesaikan hak dan kewajibannya. Itu yang kami tekankan kepada semua klub. Harapan kami sebelum kick off [Liga 2 2020] sudah selesai. Semua menginginkan liga berjalan. LIB juga pasti ingin liga bergulir dengan mulus. Saya tidak mau berandai-andai, tapi kami punya instrumen rekomendasi yang harus dipatuhi,” ucap Richard.

“Tadi pagi LIB datang dalam konteks penyelenggaraan Liga 1 2020. Kami masih mengacu rekomendasi tanggal 21 [Februari]. Kalau Liga 2 menyusul rekomendasinya. Pada saatnya nanti, verifikasi Liga 2 kami akan menjadikan permasalahan ini atau yang lainnya bahan pertimbangan untuk mengeluarkan verifikasi,” imbuhnya.

Agus

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.