Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Persebaya Desak PSSI Terkait Masa Depan Kompetisi Liga 1

Persebaya Desak PSSI Terkait Masa Depan Kompetisi Liga 1

28 0

Belakangan ini pihak Manajemen Persebaya Surabaya desak Persatuan Sepakbola Seluruh Dunia (PSSI). Hal tersebut berkaitan dengan merebaknya virus corona. Dan membuat kompetisi berhenti hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Sehingga, ia meminta agar PSSI dan PT LIGA Indonesia Baru melakukan rapat darurat.

Desakan tersebut ,melalui sektretaris Persebaya, Ram Surahman. Menurutnya, pertemuan harus dilakukan sesegera mungkin. Supaya sejumlah tim bisa mengambil langkah ke depannya. Tidak terkecuali dengan kontrak pemain dan official.

“Persebaya sudah melakukan komunikasi dengan klub peserta Liga 1. Hal tersebut digunakan untuk kondisi yang sangat mendesak seperti ini. Kemudian apa yang harus kami lakukan,” buka Ram Surahman.

“Sebab, klub mempunyai banyak perjanjian. Mulai dari pemain, official, sponsor, dan sejumlah pihak lain. Sehingga, semuannya butuh kepastian,” imbuh Ram Surahman.

“Maka dari itu, diharapkan agar PSSI segera melakukan tindakan. Mungkin semacam emergency metting dalam mencari solusi dari masalah ini.”

Bahkan tidak hanya bermasalah dengan pemain atau lain sebagainya. Melainkan klub juga mempunyai banyak tanggungan yang lain. Seperti saat ini, mereka menanggung beban biaya yang besar. Meski aktivitas terhenti, mereka tetap menggaji pemain dan official.

Ancaman Bangkrut Tim Liga 1 2020

Apabila hal semacam ini tidak disikapi, maka akan berdampak besar. Ancaman demi ancaman akan datang kepada sejumlah klub tersebut. Dan yang paling kasat mata adalah ancaman kebangkrutan. Sejumlah tim dibayang-bayangi ancaman kebangkrutan dikarenakan masalah ini.

Ram Surahman menambahkan apabila emergency metting bisa memberikan solusi. Meski hanya sedikit, namun solusi dinilainya sebagai jalan keluar terbaik. Ia mengakui bahwa diberhentikannya kompetisi, akan sangat berdampak kepada klub.

“Kalu tidak ada solusi, klub itu sama seperti taksi. Taksinya hanya diam, argonya jalan terus. Kan tidak bisa seperti itu,” terang pria asal Gresik tersebut.

Kompetisi Ditunda

Perlu diketahui, penghentian kompetisi ini memang ada faktor yang berat. Bukan dikarenakan keinginan klub atau pimpinan sepakbola di Indonesia. Karena faktor tersebut sangat berat, sehingga sepakbola harus ditangguhkan.

“Memang harus ada sebuah keputusan besar dari PSSI. Apakah hal seperti ini bisa disebut force majure. Kami berharap akan ada titik terang dari masalah ini.”

“Sebab, kami tidak ingin menambah masalah. Pemain dan official masih berada di tangan kami. Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Sehingga kami sangat beraharap dengan PSSI atau PT. LIB agar memahami situasi yang melanda klub ini,” terang Ram Surahman.

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.