Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Pemain Timnas Sekarang Yang Berteknik Tinggi [Part 2]

Pemain Timnas Sekarang Yang Berteknik Tinggi [Part 2]

9 0

Evan Dimas Darmono dikenal sebagai sosok gelandang dengan umpan-umpan pendek, cepat dan akurat. Akan tetapi, punggawa “Macan Kemayoran” Persija Jakarta ini juga sering memperlihatkan skill olah bola menawan.

Bersama Persija Jakarta, Evan Dimas tampil sedikit jauh lebih dalam yaitu sebagai “Deep-Lying Playmaker”. Dan kadang menjadi seorang gelandang “Box To Box”. Tugas Evan Dimas Darmono adalah mendatangi bola dan menjadi jembatan antara lini belakang dan juga depan.

Pada posisi ini, Evan Dimas Darmono memang tampak begitu leluasa mengatur ritme permainan. Lebih sederhananya, gelandang 25 tahun itu merupakan sosok jendral lapangan tengah skuad “Macan Kemayoran” Persija Jakarta.

Bermodal attribute itu plus kemampuan dribble bola luar biasa, Evan Dimas Darmono diyakini akan dapat mempertahankan posisinya menjadi penguasa atau jendral lapangan tengah Timnas “Garuda” Indonesia.

KUSHEDYA HARI YUDO

Performa luar biasa Kushedya Hari Yudo bersama dengan Arema FC pada musim ini dihadiahi tiket masuk Timnas Indonesia.

Selama 3 tahun terakhir, Kushedya Hari Yudo memang mulai memperlihatkan kualitasnya di dunia sepak bola nasional. Terlebih saat pemain 27 tahun itu memperkuat PSS Sleman sepanjang musim 2019 lalu.

Setelah bergabung bersama dengan Arema FC musim ini, kualitas Kushedya Hari Yudo pun kian menjadi-jadi. Sekarang, mantan striker Kalteng Putra itu bukan hanya pandai dalam hal dribble bola melewati 1 – 2 pemain lawan. Akan tetapi, dia juga mempunyai kemampuan luar biasa untuk membobol gawang lawan.

Terbukti, dari total 3 penampilan bersama Arema FC, Kushedya Hari Yudo telah menyumbangkan 2 gol. Kushedya Hari Yudo sendiri merupakan sosok penyerang sayap kiri yang kerap memberikan tekanan menusuk langsung ke sisi tengah. Pemain kelahiran Malang ini juga dapat tampil sebagai seorang striker murni.

Hobi Kushedya Hari Yudo yang sering berlama-lama bersama bola membuatnya jauh lebih sempurna diposisikan sebagai seorang winger. Dengan begitu, dia pun dapat mengeksploitasi kemampuannya.

ASNAWI MANGKUALAM

Kuat ketika menyerang dan bertahan membuat pelatih Indra Sjafri mengubah posisi dari Asnawi Mangkualam. Kini, pemain yang awalnya adalah seorang gelandang bertahan lebih familiar menjadi seorang bek sayap.

Attribute Asnawi Mangkualam akan sangat mubazir seandainya dipasang sebagai seorang gelandang tengah. Karena pemain PSM ini memiliki insting serangan dan juga daya jelajah sangat tinggi.

Saat digeser menjadi seorang bek kanan, kualitas dan potensi Asnawi Mangkualam terus berkembang. Pemain 20 tahun itu memang sangat mahir membangun dan membantu serangan melalui gerakan menusuk yang sangat agresif.

Gaya bermain Asnawi Mangkualam ini mirip dengan Dani Alves. Keduanya memang menunjukan jika seorang bek kanan harus memiliki skill di atas rata-rata guna membongkar ketatnya pertahanan lawan.

Linda

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.