Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Mulai 9 Mei: Liga Jerman Rumit, Banyak Tes

Mulai 9 Mei: Liga Jerman Rumit, Banyak Tes

27 0

Rencana Liga Jerman memulai kembali sepak bola Bundesliga pada 9 Mei menemui jalan sangat terjal. Harus dilakukan banyak sekali tes sebelum dan sesudah pertandingan, selain keterlibatan ratusan orang staf.

Covid-19 di Jerman

Jerman boleh membanggakan diri sebagai negara terbaik dalam hal menangani mendung yang menggelayut di atas Eropa saat ini. Betul bahwa mereka menduduki urutan kelima terbanyak di dunia dalam jumlah terpapar, di atas 150 ribu orang, tapi itu terjadi karena tes yang sangat masif.

Pada sisi lain, jumlah kematian sangat rendah, hanya 5 ribu jiwa lebih, 20% dari jumlah kematian di Italia, seperempat dari jumlah di Prancis dan Spanyol. Bahkan hampir sama dengan jumlah korban jiwa di Belgia, Belanda, dan Iran yang berada di bawah mereka.

Liga Jerman dimulai 9 Mei

Dua menteri dari dua negara bagian terbesar di Jerman, North Rhine-Westphalia dan Bavaria, sudah memberi sinyal bahwa sepak bola Liga Jerman bisa dimulai kembali pada 9 Mei, namun jalan ke arah sana ternyata tidak mudah.

Laga-laga Liga Jerman untuk menyelesaikan 9 pertandingan tersisa sampai akhir musim sudah dipastikan akan digelar tanpa penonton. Itu karena pemerintah negara itu sudah menggariskan tidak ada kerumunan besar sampai akhir Agustus.

Tapi sebuah pertandingan yang tanpa penonton saja masih membutuhkan setidaknya kehadiran 300 orang di dalam dan sekitar stadion, terdiri dari 40-an pemain (termasuk cadangan), staf kepelatihan kedua tim, wasit, petugas medis, anak gawang, staf stadion, petugas teknis, polisi dan satpam dan staf dari pihak televisi yang akan menyiarkan langsung laga itu.

Rumitnya persyaratan dan protokol pertandingan

BBC menurunkan sebuah laporan hari Kamis (23/4) ini memerinci tugas sulit untuk melakukan sebuah pertandingan dalam protokol kesehatan di Jerman. Stadion dibagi ke dalam tiga zona. DI atas lapangan, di tribun penonton dan di sekitar stadion. Tiap zona hanya boleh dipadati 100 orang saja. Sebanyak 22 pemain plus 18 cadangan tentu saja ada di zona pertama, di atas lapangan hijau dan di bench, lengkap dengan lima wasit serta hakim garis serta 53 orang lain.

Para pemain juga harus dites apakah positif terpapar Covid-19 setiap sebelum dan sesudah pertandingan dilangsungkan. Alexander Kekule, seorang ahli biokimia dari Martin Luther University di Halle memperkirakan DFL (PSSI-nya Jerman) butuh sekitar 20.000 alat tes untuk menyelesaikan sisa Liga Jerman musim ini. Dan kalau pun akhirnya ketahuan ada yang positif, lebih sulit lagi menentukan siapa menulari siapa karena kontak yang intensif di atas lapangan bola.

Itu sebabnya DFL lebih realistis soal kapan dimulainya Liga Jerman. Mungkin bukan 9 Mei, melainkan 16 Mei atau bahkan 23 Mei.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.