Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Mengenang Masa Kejayaan Juve Bersama Platini

Mengenang Masa Kejayaan Juve Bersama Platini

26 0

Pada tahun 1985, semua mata tertuju kepada Juventus. Klub raksasa Italia tersebut menjadi bahan perhatian lantaran fansnya terlibat dalam perselisihan yang dikenal dengan nama ‘Tragedi Heysel’.

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Bianconeri atas raksasa Inggris, Liverpool. Sayangnya, ada 39 orang yang meninggal dalam laga tersebut akibat kisruh antar suporter.

Namun Tragedi Heysel bukanlah satu-satunya faktor penarik perhatian terhadap Juventus. Alasan lainnya adalah karena skuat asuhan Giovanni Trappatoni tersebut memiliki materi yang berlimpah akan kualitas.

Platini bukanlah satu-satunya pemain hebat yang dimiliki Juventus saat itu. Berikut adalah beberapa nama yang turut membantu Bianconeri meraih kesuksesan di era keemasan ‘Le Roi’.

Zbigniew Boniek

Boniek merupakan salah satu juru gedor Juventus pada era keemasan Platini. Ia hanya bertahan selama tiga musim saja. Meski begitu, Boniek tetap dianggap sebagai legenda klub. Sebanyak 31 gol berhasil ia bukukan dalam 133 penampilan di semua kompetisi bersama Bianconeri.

Begitu final Liga Champions usai, Boniek memutuskan untuk menyeberang ke klub raksasa Italia lain, AS Roma. Boniek mengakhiri karirnya di sana dengan torehan 23 gol dari 92 penampilan.

Gaetano Scirea

Tidak ada yang bisa mengukur kesetiaan Gaetano Scirea terhadap Juventus. Bahkan saat Sang Pencipta memanggil dirinya ke Surga, Scirea masih tetap menjadi bagian dari Bianconeri.

Setelah kemampuannya dipoles oleh Atalanta selama dua musim, Juventus langsung membawanya ke Turin di tahun 1974. Scirea bertahan sampai pensiun pada tahun 1988 dengan rekor tidak pernah mendapatkan kartu merah. Pencapaian yang luar biasa untuk seorang bek tengah.

Kesetiaannya membuat Juventus memberinya pekerjaan sebagai ‘mata-mata’ klub. Pada tahun 1989, ia ditugaskan untuk memantau calon lawan Juventus di UEFA Cup, yakni Gornik Zabrze.

Kisah pilu itu dimulai di sini. Kendaraan yang ditumpangi Scirea dalam perjalanan menabrak truk yang mengangkut empat kaleng bensin. Tak lama setelah kecelakaan terjadi, kaleng bensin tersebut meledak dan merenggut nyawa Scirea.

Marco Tardelli

Tardelli dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di masanya. Bagaimana tidak, pemain kelahiran Capanne di Careggine, Italia itu memiliki semua atribut yang umumnya hanya dimiliki satu oleh setiap gelandang di dunia.

Tidak hanya mahir dalam seni bertahan, dengan keahlian tackling yang mengagumkan, Tardelli juga bisa memberikan kontribusi dalam menyerang. Ia memiliki teknik serta kecepatan yang cukup untuk menunjang permainannya.

Tardelli mulai bermain unutuk Juventus pada tahun 1975, tepat setelah direkrut dari Como. Ia menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Juventus sampai memutuskan untuk pindah ke Inter Milan pada tahun 1985.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.