Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Luka Jovic Dalam Ancaman Hukuman Penjara

Luka Jovic Dalam Ancaman Hukuman Penjara

12 0

Striker muda milik Real Madrid yaitu Luka Jovic saat ini tengah terancam hukuman kurungan karena melanggar aturan di negera asal nya Serbia. ia dianggap melanggar aturan isolasi untuk pencegahan virus Corona. Saat ini ia sedang berada dalam persidangan, dan ia agak nya harus menjalani hukuman dengan jangka waktu yang cukup lama.

Seperti diketahui bahwa Luka Jovic memang meninggalkan El Real. Ia kembali ke negeranya menyusul aturan yang harus dijalani dengan mengkarantina diri sendiri. Hal itu dikarenakan satu orang tim basket mereka dinyatakan positif virus tersebut.

Dan pemain yang masih berusia 21 tahun ini malah melakukan aktivitas di luar rumah. Ia diketahui sedang berjalan-jalan di jalanan Belgrade. Dan ia langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Terancam Hukuman

 

Ketika itu diketahui bahwa Jovic memang meninggalkan rumah nya. Akan tetapi ia mengaku jika ia hanya pergi untuk membeli kebutuhan pokok saja. Selain itu, mantan pemain Benfica ini juga pergi ke apotek untuk membeli beberapa obat.

Dan kini menurut Marca, Jovic harus menghadiri persidangan di depan jaksa. Ia harus bertanggung jawab akibat ulah nya yang keluar rumah ketika masih dalam isolasi. Dan akibat nya kini ia terancam untuk dikenakan hukuman.

Hukuman itu sendiri cukup bervariasi, sebab ada yang terkena denda sekitar 1.275 Euro hingga kurungan selama tiga tahun. Untuk membayar denda tersebut, tentu saja Jovic tidak akan kesultan. Sebab diketahui bahwa Jovic mendapatkan gaji yang besar dari tim nya.

Buat Marah Presiden

Perbuatan sembrono Jovic ini sendiri membuat banyak pihak marah. Keluarga nya sendiri juga diketahui kecewa dengan kelakuan nya. Bahkan kabar ini sampai hingga telinga sang presiden. Aleksandar Vucic bahkan mengancam akan mengurung Jovic jika ia melanggar aturan lagi.

Selain Jovic, salah satu striker Timnas Serbia yaitu Aleksandar Prijovic malah sudah dikenai kurungan selama tiga bulan. Sebab ia juga malah asik nongkrong dengan teman-teman nya disaat negera masih menerapkan posisi lockdown.

Serbia sendiri saat ini dikenal sanga tegas dengan para warga nya. Sebab kasus di sana sudah cukup banyak. Dan mereka tidak ingin bertambah nya korban. Untuk itu mereka begitu keras dengan para pelanggar aturan tersebut.

Renata

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.