BerandaEuro 2020EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup C

EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup C

Siapa yang Anda unggulkan untuk menjuarai Euro 2020? Apakah satu dari empat tim di Grup C termasuk pilihan Anda? Siapakah di antara Belanda, Austria, Ukraina, dan Makedonia Utara yang akan melenggang ke babak berikutnya?

Ya, empat tim di Grup C akan memulai duel mereka di Arena Nationala, Bucharest dan Johan Cruyff Arena di Amsterdam dan akan dilangsungkan pada Minggu (13/6) malam antara Austria melawan Makedonia Utara, disusul Belanda melawan Ukraina pada Senin (14/6) dinihari. Simak peta kekuatan masing-masing tim dan peluang untuk lolos ke babak berikutnya.

Austria

Turnamen tahun ini akan menjadi kejuaraan Eropa ketiga yang diikuti Austria dalam sejarah sepakbola mereka. Euro 2020 juga menjadi kesuksesan Austria lolos dari babak kualifikasi untuk kali kedua, mengingat di tahun 2008 mereka masuk ke putaran final karena mendapat jatah sebagai tim tuan rumah.

Di atas kertas, mereka juga memiliki salah satu manajer paling sukses dalam diri Franco Foda. Namun, suporter Austria masih harus menunggu keajaiban dalam bermain karena gaya bermain konservatif yang ditunjukkan sejauh ini. Selain itu, kekalahan telak di kandang sendiri, 4-0 dari Denmark, membuat tak banyak harapan untuk Austria bisa berjaya di Euro 2020.

Suporter Austria juga belum pernah menikmati kesuksesan di turnamen bergengsi sejak Italia 1990, dan dengan kegagalan memenuhi ekspektasi di Euro 2016, masalah kepercayaan diri juga bisa menjadi masalah tersendiri yang harus diatasi.

Meski begitu, Austria memiliki sejumlah pemain berkualitas, di antaranya Marcel Sabitzer dan Christoph Baumgartner. Namun Austria harus bisa melepas rem tangan jika ingin mendapatkan momentum untuk bisa membuat kejutan dan melangkah ke babak yang lebih jauh kali ini.

Persaingan memerebutkan posisi runner up di Grup C mungkin akan lebih panas, mengingat Belanda menjadi unggulan untuk memuncaki klasemen. Tapi, mengingat peringkat kedua, atau ketiga akan menghadapi tim seperti Italia, Portugal dan Jerman di babak 16 besar, sepertinya akan sulit melihat Austria lolos lebih jauh di turnamen Euro 2020.

Di tahun 2016, Austria hanya bisa menyudahi fase grup di putaran final dengan menduduki dasar klasemen. Di laga pembuka melawan Makedonia Utara di Bucharest, Austria pastinya merasakan beban tersendiri untuk bisa meraih kemenangan. Lolos ke 16 besar bisa jadi merupakan langkah formalitas bagi tim besutan Franco Foda ini. Namun, jika performa positif gagal ditunjukkan sejak laga pertama, bukan tidak mungkin Austria harus mengakhiri petualangan di turnamen ini lebih awal dari ekspektasi.

Ukraina

Ukraina mencetak sejarah di 2019 dengan tidak terkalahkan untuk pertama kalinya dalam satu tahun kalender. Selain itu, Ukraina juga memastikan lolos ke putaran grup lebih dulu ketimbang juara bertahan Portugal dan Serbia. Di Euro 2020, tim ini memiliki momentum yang positif, sebelum turnamen empat tahunan di Benua Biru tersebut diundur penyelenggaraannya di tahun ini.

Namun, pengunduran jadwal juga bisa menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Skuat Kroasia diyakini dalam kondisi yang jauh lebih baik, setidaknya secara individu, ketimbang tahun lalu. Oleksandr Zinchenko, Ruslan Malinovskiy dan Roman Yaremchuk menjalani musim terbaik mereka dalam karir klub, sementara Dynamo Kyiv memenangi tiga kompetisi sekaligus di musim ini.

Tim yang dibesut Andriy Shevchenko ini juga diuntungkan dengan jam terbang yang lebih matang setelah melakoni sejumlah laga uji coba melawan tim elit Eropa. Yang pertama ketika berlaga di Nations League dengan menghadapi Spanyol dan Jerman, serta kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Prancis.

Dengan melihat tren performa yang ditunjukkan, bukan hal yang berlebihan menempatkan Ukraina sebagai kandidat pesaing terkuat Belanda untuk posisi pertama di Grup C, ketimbang Austria dan pendatang baru, Makedonia Utara. Ukraina masih layak diposisikan sebagai kuda hitam dan sama sekali bukan tim yang bisa dianggap remeh oleh pesaingnya.

Adapun turnamen Euro 2020 menjadi kejuaraan Eropa ketiga yang diikuti Ukraina. Tim yang identik dengan warna jersey biru dan kuning tersebut belum pernah lolos dari fase grup di dua ajang sebelumnya. Namun di tahun ini, mereka layak diunggulkan melenggang ke babak berikutnya.

Tidak hanya itu saja, mereka juga merupakan tim yang bisa diharapkan mencetak gol di setiap laga yang dijalani. Ukraina di enam laga fase grup hanya bisa mencetak masing-masing satu gol, dengan manajer saat ini, Shevchenko, sempat mencetak dua gol saat melawan Swedia pada 2012.

Ukraina layak digantungkan sejumlah harapan dan ekspektasi di tahun 2021 ini. Ukraina bahkan layak diposisikan sebagai kandidat kuat untuk menempati urutan pertama di Grup C, dengan Shevchenko mampu melakukan adaptasi taktik ketika menghadapi sejumlah tim terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir. Melangkah hingga ke perempat-final sangat mungkin dilakukan Ukraina. Karena itu, target paling sesuai untuk Ukraina adalah bisa lolos hingga babak 16 besar.

Belanda

Untuk pertama kalinya sejak 2014, Belanda bisa kembali ambil bagian di turnamen besar. Namun, harus diakui, pencapaian di Euro 1988, Euro 2000 dan Euro 2004 akan sulit untuk disamai oleh tim Oranje.

Setelah gagal ambil bagian di dua turnamen internasional bergengsi, KNVB pada akhirnya melakukan sejumlah perubahan signifikan. Salah satunya adalah dengan menunjuk mantan pemain dan mantan kapten timnas Belanda, Frank de Boer, untuk memimpin tim ke Euro 2020. Untuk sektor pemain, De Boer mengandalkan pemain muda yang penuh motivasi, menggabungkannya dengan pemain kaya pengalaman yang masih ingin membuktikan kemampuannya, untuk bisa meraih hasil terbaik yang mungkin diraih.

Namun, jika berbicara Euro 2020 secara garis besar, Belanda bukanlah tim yang layak diunggulkan untuk bisa memenangi dan mengangkat trofi juara. Akan tetapi, jika berbicara hingga babak perempat-final, Georginio Wijnaldum cs masih layak dipertimbangkan.

Apakah tim Belanda yang sekarang ini tidak memiliki potensi? Well, jika melihat perbedaan besarnya antara skuat sekarang dan tim legendaris Belanda di masa lalu, saat era Ruud Gullit, Marco van Basten dan Dennis Bergkamp, tim yang ada sekarang ini memiliki kualitas yang mengesankan dan merata dibanding tim pendahulunya.

Secara umum, Belanda memiliki rekor yang konsisten di kejuaraan Eropa, kecuali di Euro 2012 di Polandia dan Ukraina, di mana mereka gagal lolos dari babak grup. Untuk bisa melangkah ke fase gugur di Euro 2020, skuat besutan Frank de Boer memiliki kapasitas melakukannya. Namun jika berbicara memenangi kejuaraan ini, sepertinya skuat Belanda yang sekarang ini masih kurang pengalaman.

Makedonia Utara

Makedonia Utara melangkah ke putaran final Euro 2020 setelah secara mengejutkan memetik kemenangan tandang atas Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2022. Tak pelak, kemenangan tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim jelang tampil di turnamen empat tahunan di Benua Biru itu. Maksudnya, mulai dari pelatih, staf dan pemain semuanya bersemangat dan termotivasi ketika mereka melangkah ke lapangan untuk mewakili negara mereka di turnamen akbar untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola mereka.

Kekuatan yang dimiliki Makedonia Utara adalah kemampuan skuat untuk bangkit di setiap kesempatan yang dimiliki. Selain itu, semua anggota tim memiliki kedekatan secara emosional dan kesatuan sebagai tim, karakter yang kuat serta kualitas yang sebenarnya untuk membawa mereka melangkah ke Euro 2020. Kemenangan atas Jerman di Duisburg menjadi pesan penting bagi siapapun lawan mereka, bahwa Makedonia Utara bisa bersaing dan berjuang bersama dengan timnas unggulan sekalipun, dan Kejuaraan Eropa Euro 2020 menjadi turnamen yang pas melanjutkan tren tersebut.

Seluruh negeri bangga dengan keberadaan Igor Angelovski sebagai pelatih dan pemain yang mewakili timnas Makedonia Utara. Dengan kejuaraan Euro 2020 sudah di depan mata, mereka memiliki kepercayaan diri dan optimisme untuk lolos ke fase gugur.

Dalam hal kualitas, Grup C bermaterikan tim yang bisa dikatakan cukup berimbang kekuatannya. Mungkin, hanya Belanda yang bisa dijadikan favorit, sementara tiga tim lainnya, termasuk Makedonia Utara sangat tipis perbedaannya. Kompetisi untuk memerebutkan posisi kedua dan ketiga diprediksi akan berjalan sangat ketat.

Makedonia Utara pernah menghadapi Austria di kualifikasi Euro, jadi mereka sudah mengenal satu sama lain. Sementara Ukraina, yang bermaterikan pemain berbakat, bukanlah tim papan atas.

Jika Makedonia Utara menunjukkan kualitas bermain yang bagus, determinasi dan mengusung motivasi tinggi, yang membawa mereka ke Euro 2020, kami tak memiliki keraguan mereka bisa lolos ke fase gugur. Target untuk lolos dari babak grup juga merupakan target yang realistis buat mereka.

MY Firdaus
Football fans, Book lover, Travel addict, Food enthusiast...
Kabar Bola Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini