BerandaEuro 2020Euro 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup A

Euro 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup A

Euro 2020 akan dimulai pada 12 Juni 2021 mendatang dan perhatian dunia sudah pasti tertuju kepada pesta sepakbola Eropa tersebut. Sebagai bagian dari persiapan untuk menikmati Euro 2020, berikut kami rangkum analisis terkait peta persaingan dan kekuatan dari masing-masing peserta. Dimulai dari Grup A.


Italia

Membicarakan Italia jelas tidak bisa dilepaskan dari sejarah kesuksesan di kompetisi internasional. Pemegang empat gelar Piala Dunia ini pastinya ingin mengakhiri dahaga gelar Euro yang terakhir kali mereka raih pada 1968 silam. Kesempatan tersebut cukup terbuka mengingat Italia merupakan salah satu favorit untuk melaju jauh di turnamen ini.

Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia sekali lagi menjelma menjadi tim yang cukup ditakuti. Sejak Mei 2018, Mancini telah memimpin Italia di total 29 laga dengan hasil 20 kemenangan, tujuh kali imbang, dan dua kekalahan. Dua hasil negatif tersebut juga terjadi di awal kepemimpinannya yakni kontra Prancis (1-3, uji coba, Juni 2018) dan kemudian Portugal (0-1, Nations League, September 2018). Sejak saat itu Italia melaju tanpa kekalahan di 24 laga beruntun. Bahkan mereka punya pertahanan yang solid karena hanya kebobolan tujuh gol.

Menurut kami, satu-satunya kendala bagi Italia untuk melaju jauh di kompetisi ini adalah minimnya pengalaman dari para bintang muda di tim. Namun memuncaki Grup A merupakan sebuah kewajiban bagi Leonardo Bonucci dkk. Prediksi kami, Italia punya kans besar untuk mencapai setidaknya perempat final Euro 2020.


Wales

Sulit membayangkan Wales bisa lolos dari Grup A yang diisi Italia dan Turki, namun bukan berarti mereka boleh diremehkan. Di bawah asuhan Robert Page, Wales punya potensi memberi kejutan setelah hanya kalah di dua dari 15 laga terakhir mereka.

Namun kelemahan terbesar yang bakal sulit ditutupi adalah ketiadaan pemain bintang yang mampu menjadi game changer bagi tim, terutama jika dibandingkan dengan para pesaing mereka di Grup A. Satu-satunya bintang papan atas yang mereka miliki adalah penyerang Real Madid, Gareth Bale. Namun Bale sendirian tak akan mampu membawa Wales melaju jauh. Terbukti ketika Wales dilumat Prancis 0-3 di laga uji coba terakhir mereka 3 Juni lalu.

Nasib Wales di Grup A akan ditentukan sejak laga pertama. Mereka diwajibkan mengatasi Swiss untuk menjaga asa lolos. Pasalnya sulit bagi Wales mampu mengungguli Turki, apalagi Italia di kompetisi. Bisa mengakhiri Grup A di posisi ke-3 sudah jadi pencapaian yang bagus bagi negara kecil ini.  Namun jangan terkejut jika Wales mampu membuat kejutan, selayaknya yang mereka lakukan di Euro 2016 silam kala lolos ke babak 16 besar.


Turki

Negara jazirah Anatolia ini dijagokan menjadi pesaing terberat Italia untuk lolos dari Grup A. Di atas kertas, Turki memiliki barisan pemain yang siap menyulitkan siapapun yang mereka hadapi. Tim berjuluk Ay-Yildizlilar ini punya sejumlah nama bintang di setiap area seperti Caglar Soyuncu (Leicester City), Merih Demiral (Juventus), Hakan Calhanoglu (AC Milan) dan Burak Yilmaz (Lille) bisa menjadi pembeda di setiap pertandingan.

Euro 2020 juga akan menjadi ajang balas dendam bagi Timnas Turki. Pasalnya di dua kompetisi internasional terakhir mereka gagal secara memilukan. Pasca mengakhiri grup di posisi ke-3 pada Euro 2016, pencapaian Turki memburuk di Piala Dunia 2018 setelah duduk di posisi ke-4 grup. Bayangan kejayaan di Piala Dunia 2002 masih menjadi motivasi utama dari Turki. Uniknya, mereka kini dilatih oleh pelatih yang sukses membawa Turki menduduki posisi ke-3 Piala Dunia 2002, Senul Gunes.

Bersama Gunes sejak Juli 2019, Turki baru menelan tiga kekalahan, sembilan hasil imbang dan 14 kemenangan, termasuk kala membabat Belanda 4-2 (24 Maret 2021, Kualifikasi Piala Dunia). Namun sama seperti Italia, minimnya pengalaman bisa menjadi masalah. Satu-satunya pemain di atas 30 tahun yang akan bergabung adalah Yilmaz dan sisanya tidak banyak pengalaman internasional.

Namun di atas kertas, lolos sebagai runner up atau bahkan juara grup bukanlah hal mustahil bagi Turki. Mereka akan langsung menghadapi Italia di laga pertama, jika berhasil menang mereka akan menjadi favorit juara. Namun jika gagal, maka Turki diwajibkan menang di laga kedua melawan tim lemah, Wales dan kemudian Swiss.


Swiss

Negara mungil satu ini memang tidak akan pernah dijagokan untuk sukses, namun Swiss akan selalu menjadi kuda hitam di turnamen manapun. Apalagi Swiss masih berada di bawah arahan pelatih senior, Vladimir Petkovic sejak 2014. Itu artinya organisasi dan taktik Swiss selalu rapi dan telah teruji. Swiss punya catatan bagus dalam menjalani fase grup di bawah Petkovic. Baik di kancah Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, Rossocrociati selalu mampu lolos ke babak 16 besar sebagai runner up.

Untuk Euro 2020, Swiss punya komposisi tim yang mampu membuat pusing lawan. Kombinasi pemain-pemain senior dan muda menjadi kunci permainan Swiss. Para veteran seperti Haris Sferovic (Benfica), Xherdan Shaqiri (Liverpool) dan Granit Xhaka (Arsenal) akan menjadi pendamping bagi para bintang muda seperti Manuel Akanji (Dortmund), Breel Embolo (Monchengladbach) dan Ruben Vargas (Augsburg).

Prediksi kami, Swiss punya semua yang dibutuhkan untuk lolos dari fase grup. Namun itu hanya dapat terjadi jika mereka memulai turnamen dengan kemenangan atas Wales. Pasalnya mencuri poin dari Italia dan Turki dipastikan sulit.

Berita Sebelumnya
Berita SelanjutnyaVazquez Putuskan Bertahan di Real Madrid Hingga 2024
Pratam
Avid European football fans since 2005. Field of expertise includes Analysis and creative articles. Hard-line supporter of German Football.
Kabar Bola Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini