Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Dulu Tukang Gali Pipa, Kini Berjuluk “Neymarnya Malang”

Dulu Tukang Gali Pipa, Kini Berjuluk “Neymarnya Malang”

29 0

Jalan hidup seseorang memang tidak akan pernah ada yang tahu. Terkadang sangat terpuruk, namun beberapa tahun berikutnya secara mendadak begitu berjaya. Inilah yang dialami oleh striker baru skuad Singo Edan Arema FC, KH Yudo alias Kushedya Hari Yudo.

Pemain asli jebolan akademi Arema FC ini memang pernah mengalami masa-masa terberat dalam hidupnya. Saat belum tampil di kompetisi Liga 1 Indonesia atau tahun 2017 lalu. Saat itu, Yudo merasa jika bermain bola sudah berada di titik paling menjenuhkan.

KH Yudo memang sempat tampil di kasta tertinggi bersama Persegres Gresik United. Namun karirnya masih belum bersinar sedikit pun. Dia pun mulai berpikir untuk mencari pekerjaan selain sepak bola. Sebab harus memperoleh pemasukan tetap demi menghidupi keluarganya.

Gaji Rendah

Seperti yang sudah diketahui, Persekam Metro FC membentuk sebuah tim dengan materi skuad 100% putra daerah asli, Kab. Malang. Pihak manajemen klub “Laskar Macan Kumbang”  itu kemudian memberi KH Yudo pekerjaan sampingan. Yaitu sebagai seorang honorer di Pemadam Kebakaran, Dispora dan PDAM.

Tujuannya jelas untuk member tambahan penghasilan untuk pemain-pemainnya selain dari sepak bola. Mengingat gaji klub Persekam Metro FC memang tidak terlalu tinggi. Hingga pemasukan tambahan setiap pemain diperoleh dari hasil kerja honorer.

Namun, Yudo merasa jika bermain di kasta kedua sekaligus bekerja sebagai seorang honorer PDAM belum dapat menjamin masa depannya. Dia pun akhirnya mulai berubah pikiran dan mencoba kembali merintis karir sepak bolanya. Dia akhirnya memutuskan untuk merantau kembali.

“Saya pikir usia masih sangat muda. Jadi saya bertekad untuk kembali merantau dan memulai lagi karir sepak bola.”

Dari Kasta Terbawah

Sebelum berseragam Persekam Metro FC, KH Yudo pernah tampil bersama PS Bandung, Persewangi Banyuwangi dan Bali.

Di tahun 2018, dia melanjutkan karir dengan bergabung bersama Kalteng Putra. Disinilah titik balik karir sepak bola Yudo. Dia sukses mengantarkan Kalteng Putra promosi ke Liga 1 sebelum akhirnya bergabung bersama PSS Sleman di tahun 2019 lalu.

“Sejak saat itu (di PSS Sleman), saya merasa jauh lebih percaya diri. Ternyata, saya mampu tampil di kasta tertinggi. Alhamdulillah, akhirnya saya kembali ke Arema tahun ini. Tanah kelahiran saya.”imbuhnya.

Bersama Arema, dia pun kini menjadi sosok idola baru. Selain asli putra daerah, dia memiliki karakter ngeyel yang sangat disukai oleh Aremania [julukan fans Arema FC]. Dia pun juga sudah menciptakan 2 gol ke gawang TIRA-Persikabo di matchday pembuka Shopee Liga 1 Indonesia 2020 (2/3) lalu.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.