Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Bayang Bayang Denda Besar Dibalik Premier League

Bayang Bayang Denda Besar Dibalik Premier League

29 0

Setelah isu pemberhentian kompetisi Premier League terkait dengan pandemi COVID-19. Otoritas Premier League mengungkapkan berbagai hal yang akan terjadi jika kompetisi dihentikan untuk musim ini.

Salah satunya perihal denda yang begitu besar yang harus di tanggung pihak pengelola Premier Legaue. The Athletic menyebut jika kompetisi Premier League di hentikan maka pengelola bertanggung jawab akan denda sekitar Rp11,5 Triliun.

Denda sebesar itu bukanlah angka yang kecil dan tentu begitu memberatkan pengelola Premier League. Kisaran denda tersebut terakumulasi dari berbagai rangkaian dana salah satunya hak siar dari 20 klub peserta Premier League musim 2019-2020 sendiri.

Persoalan denda yang di tangguhkan kepada pihak pengelola Premier League diperkuat oleh pernyataan dari SkySport. Menurut pihak SkySport besaran denda tersebut merupakan sebuah kesepakatan di awal dan sesuai dengan isi dari kontrak kerja kedua belah pihak.

Untuk saat ini, pihak Premier League masih mengkuti kebijakan sebelumnya yaitu penundaan kompetisi hingga tanggal 30 April 2020. Tentunya kebijakan ini masih bersifat sementara dan terus melihat kondisi terkini di lapangan. Jadi masih ada kemungkinan yaitu akan di tunda sementara atau kompetisi Premier League terancam berhenti total. Meskipun pihak Premier League telah mengetahui resiko yang ditanggungnya jika kompetisi sampai berhenti.

Isu berhentinya Premier League musim ini juga memberikan dampak yang begitu besar dari pihak klub klub yang menjadi peserta Premier League. Terlebih klub klub kecil akan menerima dampak yang cukup besar.

Maklum klub klub kecil begitu bergantung dengan keberadaan kontrak dari hak siar. Jika kompetisi berakhir, klub klub kecil harus mengembalikan hak pemegang Hak Siar sesuai kontrak dan tentu membuat sisi finansial mereka terguncang.

Kabar Gembira Untuk Seluruh Klub Premier League!

Menimbang begitu besarnya resiko yang didapatkan jika sampai kompetisi Premier League berhenti. Pihak Premier League memberikan pernyataan resmi untuk masa depan kompetisi pada musim ini.

“FA memberikan kebijakan penyelenggaraan kompetisi bakal diperpanjang hingga berakhirnya musim 2019-2020 dan kompetisi akan berakhir selembat lambatnya awal bulan Juni 2020,” pernyataan dari pihak pengelola Premier League, dikutip Give Me Sport, Jumat (20/3/2020).

Pernyataan tersebut ditambahkan oleh pihak Premier League bahwasana kompetisi akan terus berjalan meskipun tanpa adanya penonton. Kabar gembira ini membawa angin segar bagi klub klub yang begitu menantikan kompetisi Premier League tetap berlangsung. Salah satunya The Reds yang ingin segera mengunci gelar dengan sisa 2 pertandingan yang dimiliki.  

Linda

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.