Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Bagaimana dengan Ligue 1, Apakah Dilanjutkan ?

Bagaimana dengan Ligue 1, Apakah Dilanjutkan ?

29 0

Pandemi virus corona belum berhenti menghkawatirkan banyak orang. Hal ini berdampak pada ditangguhkannya kompetisi sepakbola di dunia. Tidak terkecuali dengan kompetisi di Prancis, Ligue 1. Kompetisi tersebut dikabarkan ditunda hingga pertengahan Juni.

Seperti diketahui, Ligue 1 ditangguhkan sejak 13 Maret lalu. Hal ini dikarenakan semakin menyebarnya virus Corona hingga Prancis. Presiden sepakbola Prancis, Bernard Caiazzo buka suara tentang itu. Ia mengatakan kompetisi tidak akan dilanjutkan sebelum 15 Juni.

Ia menambahkan bahwa pertandingan harus tetap dilanjutkan. Jika tidak, maka akan berdampak pada finansial klub. Namun ia menyarankan agar aktvitas tim diliburkan terlebih dahulu. Mengingat meluasnya virus, kompetisi tidak bisa dilanjutkan hingga tiga bulan ke depan.

“Kejuaraan ini sangat penting. Sehingga kompetisi berakhir pada Juli atau Agustus. Setelah itu, tim-tim bisa melanjutkan kompetisi dengan tenang,” buka Bernard Caiazzo kepada France Bleu.

“Kini, hampir semua klub kehilangan banyak keutungan. Mereka merelakan €250 juta per bulan. Kemudian kita tidak bisa bermain hingga kurva membalik (menurun). Artinya jika kompetisi berakhir Juli atau Agustus. Kompetisi dimulai setelah 15 Juni mendatang. Memang saya pikir idealnya pada tanggal itu,” imbuh Bernard Caiazzo.

Sebelum dihentikan, rata-rata klub sudah bermain sebanyak 28 pertandingan. Di kompetisi tertinggi Prancis, PSG menjadi pemuncak klasmeen. Mereka unggul 12 poin dari pesaing terdekatnya, Marseille.

Ligue 1 Akan Bangkrut ?

Pria berusia 66 tahun tersebut memprediksi sejumlah tim akan mengalami kebangkrutan. Namun beda cerita ketika tim-tim tersebut mendapat dukungan.

“Saya sangat, sangat, dan sangat mengkhawatirkan semua klub. Dalam enam bulan, sejumlah klub terancam mengalami kebangkrutan. Kecuali mereka mendapat bantuan negara,” terang Bernard Caiazzo.

“Bagaimanapun caranya, kami harus menyelesaikan kompetisi pada musim ini. Bahkan jika kompetisi berakhir pada Juli atau Agustus sekalipun.”

“Parahnya, lima kompetisi mayor Eropa sudah merugi. Mereka kehilangan €4 triliun. Kemudian dengan Prancis sendiri berkisar antara €500 hingga €600 juta,” jelas Bernard Caiazzo.

Pandemi Corona Meluas di Eropa

Sementara itu, Eropa menjadi wilayah yang paling cepat penyebaran corona. Bagaimana tidak, sejumlah negara seperti Italia dan Spanyol sudah banyak korban berjatuhan. Tidak terkecuali dengan Prancis.

Saat ini Prancis sendiri disebut sebagai negara yang memiliki korban besar dikarenakan Corona. Terakhir, terdapat kabar bahwa saat ini sudah ada 16.000 lebih orang terjangkit virus corona. Bahkan lebih dari 650 orang dikabarkan meninggal dunia.

 

Renata

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.