Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Akhirnya Conte Puas Dengan Permainan Eriksen

Akhirnya Conte Puas Dengan Permainan Eriksen

28 0

Christian Eriksen main di belakang duo striker Inter Milan saat bentrok dengan Napoli dan pelatih Antonio Conte memberikan apresiasi tingginya.

Inter Milan mendatangkan Eriksen dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020 dengan biaya 20 juta euro. Awalnya, pemain berusia 28 tahun itu kesulitan, tapi perlahan adaptasinya dengan sepak bola Italia berjalan baik.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte memuji impak yang dihadirkan Christian Eriksen saat tim tersingkir dari Napoli di semi-final Coppa Italia.

Kendati bermain imbang 1-1 di leg kedua, Partenopei berhak melaju ke partai final untuk berhadapan dengan Juventus, yang sebelumnya menyingkirkan AC Milan dengan agregat 2-1.

Eksperimen Berhasil

Sebelum bentrok dengan Napoli, Conte memang sudah menegaskan bakal membuat eksperimen dengan memasang eks pilar Tottenham Hotspur itu sebagai trequartista.

Eksperiman yang dilakukan Conte cukup membuat dirinya gembira. Pasalnya, Eriksen langsung tampil klop, bahkan mencetak satu-satunya gol Inter di laga kontra Napoli.

“Dalam formasi 3-4-1-2 Eriksen bermain di belakang para striker. Dia terus mengawasi Diego Demme ketika tanpa bola. Dia meliputi 10-12km per pertandingan. Saya benar-benar puas dengan apa yang dikerjakannya hari ini,” tutur Conte kepada jurnalis usai pertandingan.

“Seandainya bukan karena penyelamatan Ospina, dia mungkin mencetak sepasang gol hari ini,” sambung Conte.

“Kendati demikian, kami menciptakan banyak peluang dan saya sangat bahagia bahwa Eriksen bisa beradaptasi dengan lebih baik, sebab kami mampu bekerja dengan dia, baik secara fisik dan taktik,” jelasnya.

Kekecewaan Conte

Conte mengaku kecewa Inter gagal melaju ke partai puncak Coppa Italia musim ini. Dia tak segan-segan mengecam cara bermain Napoli yang cenderung bertahan sehingga menyulitkan ruang gerak Inter untuk melakukan sejumlah passing.

“Mengecewakan bagi para pemain, tidak lolos setelah performa kami ini di dua leg. Tapi saya puas dengan performa ini, dan jangan lupakan pula, Napoli bermain sangat defensif, berdiri di belakang dan menyerang balik,” kata Conte lagi.

“Tidak pernah mudah berada di situasi-situasi seperti ini bagi para gelandang untuk menemukan gap atau celah untuk melakukan passing,” urai eks pelatih Chelsea dan Juventus tersebut.

Meski kalah dari Napoli, Conte mengklaim, permainan Inter seperti di laga inilah yang selalu ingin dirinya terapkan bagi tim secara konsisten.

“Ini adalah Inter yang ingin saya lihat, sebab kami bermain agresif, tidak membiarkan Napoli memainkan bola sama sekali dan sayangnya mereka diselamatkan oleh kiper mereka. Itulah faktanya. Kami mengendalikan bola 60 persen, dengan lebih banyak tembakan ke gawang,” tandas Conte.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.