Situs Berita Bola Terlengkap di Indonesia
Beranda » Adam Alis Rela Jadi “Pelayan Kafe”

Adam Alis Rela Jadi “Pelayan Kafe”

23 0

Wabah pandemi virus corona COVID-19 sudah membuat kompetisi Shopee Liga 1 Indonesia musim 2020 untuk sementara dihentikan. Paling cepat, kompetisi Shopee Liga 1 Indonesia 2020 akan kembali bergulir 1 Juni 2020 mendatang.

Kondisi ini akhirnya membuat sejumlah klub memutuskan meliburkan seluruh aktivitas pemainnya. Tidak terkecuali bagi klub berjuluk “The Guardians”, Bhayangkara FC.

Beragam cara pun dilakukan para pemain sepak bola di Indonesia untuk mengisi waktu luang. Seperti yang sudah dilakukan oleh salah satu punggawa Bhayangkara FC, Adam Alis.

“Ya, jika saat ini saya pasti jauh lebih banyak berada di rumah. Sesekali saja saya menjalankan latihan di sekitar kediaman. Kebetulan disana ada lapangan kosong yang bisa saya gunakan untuk berlatih.”ungkap Adam Alis.

Potongan Gaji

PSSI telah memberikan izin untuk klub-klub peserta Shopee Liga 1 maupun Liga 2 musim 2020 untuk memberikan upah pemain maksimal 25% periode Maret – Juni 2020. Keputusan ini dibuat setelah kompetisi ditunda sampai Juli 2020 mendatang.

Sumardji selaku COO Bhayangkara FC mengatakan jika timnya akan mematuhi semua aturan yang telah dibuat PSSI. Pemotongan gaji sampai 75% dianggap sangat rasional sebab kompetisi telah dihentikan.

“Kami sebagai klub tentu akan mengikuti apa yang telah diputuskan oleh federasi. Lagi pula, sekarang ini aktivitas tim tidak dapat dilakukan. Jadi kami akan mengikuti semua keputusan yang dibuat oleh PSSI.”

Bhayangkara FC diyakini menjadi salah satu tim dengan nilai pengeluaran gaji pemain tertinggi. Yang menjadi rujukan adalah saat The Guardians terlihat sangat aktif di bursa transfer pemain awal musim ini. Dimana Bhayangkara FC juga telah sukses mendatangkan banyak pemain berlabel bintang.

Menjadi Penjaga Kafe

“Tentang gaji, kami saat ini masih terus menunggu keputusan pihak manajemen. Kondisi saat ini tentu sangat berpengaruh pada seluruh pemain. Apalagi kami kan terus mempunyai pengeluaran. Saya harap ini bisa lebih cepat selesai.”ungkap Adam Alis.

Bagi pemain yang tidak memiliki pekerjaan sampingan, ini jelas sangat berat. Adam Alis juga termasuk salah satu pemain yang cukup beruntung karena mempunyai sumber pendapatan lain.

Bersama Istrinya, Fijrin Liana, playmaker kelahiran Desember 1993 itu terlihat cukup sibuk melayani pembelinya. Namun, kafe itu hanya menerima ‘delivery order’. Ini bertujuan untuk mengantisipasi semakin meluasnya wabah virus corona COVID-19.

“Kafe milik saya bersama istri sudah kembali buka. Namun hanya untuk delivery order. Tidak ada yang bisa nongkrong disini. Saya menjadi pelayan kafe ketika malam hari.”ungkap Adam Alis yang juga pernah merumput bersama East Riffa, klub Liga Bahrain.

Linda

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.